Upgrading ISO 9001, ISO 9001 telah mengalami 3 kali revisi semenjak pertama kali diterbitkan pada tahun 1987 yaitu  ISO 9001:1987. Revisi pertama kali dilakukan pada tahun 1994 yang menghasilkan 3 versi sekaligus yaitu ISO 9001:1994 yang ditujukan khusus untuk perusahaan manufaktur dengan desain dan pengembangan produk; ISO 9002:1994 yang ditujukan khusus untuk perusahaan produksi dan instalasi tanpa desain dan pengembangan produk; dan ISO 9003:1994 yang ditujukan khusus untuk perusahaan inspeksi final dan tes saja. ISO 9001 versi 1994 kemudian direvisi pada tahun 2000 dengan banyak perubahan yang bersifat majour (perubahaan besar) dengan menyatukan ketiga versi ISO 9001:1994 menjadi satu standar ISO 9001:2000 yang berlaku untuk semua jenis organisasi. Revisi terakhir yang dilakukan adalah pada tahun 2008 dengan perubahan kecil (minor) yang sebagian besarnya tidak mengubah isi dari ISO 9001:2000. ISO 9001:2008 masih berlaku sekurang-kurangnya sampai tahun 2015.

Upgrading ISO 9001, dan akhirnya Komite teknis ISO/TC mengeluarkan Edisi terbaru dari ISO 9001, standar ISO dari sistem manajemen, baru saja diterbitkan. Selama tiga tahun kerja telah direvisi oleh para ahli dari hampir 95 negara berpartisipasi dan mengamati untuk membuat standar menjadi up to date dengan kebutuhan masa kini.

Upgrading ISO 9001, Dengan lebih dari 1,1 juta sertifikat yang dikeluarkan di seluruh dunia, ISO 9001 membantu organisasi menunjukkan kepada pelanggan bahwa mereka dapat menawarkan produk dan layanan berkualitas secara konsisten. Juga bertindak sebagai alat untuk mempermudah proses mereka dan membuat proses lebih efisien dengan apa yang mereka lakukan. Sekretaris Jenderal Kevin McKinley menjelaskan: “ISO 9001 memungkinkan organisasi untuk beradaptasi dengan perubahan dunia. Hal ini meningkatkan kemampuan organisasi untuk memuaskan pelanggan dan menyediakan dasar yang koheren untuk pertumbuhan dan keberhasilan yang berkelanjutan, sekarang kami telah  melangkah ke proses selanjutnya, dan ISO 9001: 2015 bahkan kurang preskriptif dari pendahulunya, bukan fokus pada kinerja. Kami telah mencapai ini dengan menggabungkan pendekatan proses dengan pemikiran berbasis risiko, dan menerapkan siklus Plan-Do-Check-Act di semua tingkatan dalam organisasi.”

Sumber : iso.org