Telp (+62) 8787 201 9001

Minyak Atsiri Featured

Monday, 24 December 2018 00:00 Written by 

 

 

Minyak Nilam 

 

Minyak nilam (bahasa Inggrispatchouli oil) adalah salah satu minyak atsiri yang dihasilkan oleh nilam (Pogostemon cablinBenth.) yang merupakan komoditas unggulan nasional di Indonesia. Minyak nilam sendiri punya banyak kegunaan, mulai dari pembunuhserangga, hingga bermanfaat pula sebagai obat-obatan. Sebanyak 90% kebutuhan minyak nilam dunia, disokong oleh Indonesia yang berasal dari penyulingan di pelosok-pelosok Nusantara. 

Nilam dipanen pada usia 7-9 bulan, dan bisa dipanen sekali lagi pada 3-4 bulan selanjutnya. Panen dilakukan pada saat bagian bawahnya menguning. Setelah berusia 3 tahun, tanaman nilam harus diremajakan. Panen harus dilakukan pada pagi atau sore hari, karena kalau siang hari, kandungan minyaknya berkurang. Semua cabangnya digunting, terkecuali satu untuk merangsang penumbuhan cabang baru. Nilam dipanen menggunakan sabit atau ani-ani. Kalau menggunakan sabit, harus benar-benar tajam, kalau tumpul, nanti seluruh tumbuhan terangkat dan tidak baik dalam penumbuhan tunas yang baru. Menggunakan sabit, bisa menyebabkan batang dan daun tercampur sehingga kadar minyaknya berkurang. Kalau menggunakan, walau memakan waktu lebih lama, mendapatkan daun dengan kandungan minyak lebih lama. Dahulu, di Eropa, daun yang menguning dari minyak nilam tidak dipakai, tetapi batangnya dipakai dalam beberapa keperluan.

Setelah dipanen, hendaknya dikeringkan dulu. Kata Heyne dalam buku De nuttige-nya, diterangkan bahwa masyarakat petani Hindia Belanda (sekarang Indonesia), bahwa daun nilam dijemur menggunakan bambu hingga betul-betul kering dan beratnya kurang dari setengah dari berat semula.       Daun nilam dihamparkan dalam jemuran dan dibolak-balik, sampai 5-8 jam. Daun yang sudah layu, diangin-anginkan di atas rak bambu. Lama pengeringan adalah 3-4 hari. Setelah kering, baru bisa disuling. Adapun daun yang sudah kering lebih banyak menghasilkan minyak atsiri ketimbang daun yang masih basah.

Ada tiga cara mendapatkan minyak nilam:

  • Direbus. Pertama-tama, dimasukkan ke dalam ketel berisi air, dan panaskan. Ketel terbuat dari bahan antikarat seperti stainless steeltembaga berlapis aluminium, dll. Dari situ, keluar uap yang dialirkan ke kondensor. Uap akan mengandung zat cair yang berisi campuran air dan minyak nilam. barulah dilakukan pemisahan.
  • Dikukus. Mirip dengan cara pertama, tetapi antara daun dan minyak, dibuat pemisah. Daun nilam di atasnya, air di bawahnya pada saat di ketel.
  • Penyulingan dengan cara uap. Diperlukan dua buah ketel, yang satu berisi air yang dididihkan, yang satu, berbentuk silinder. Agar tidak kehilangan panas, ketel-ketel tersebut dibungkus zat penahan panas, seperti karung goni. Alat pendinginnya berupa, bak pendingin yang disitu terdapat pipa spiral dari stainless steel. Fungsinya untuk mengubah zat tadi menjadi cairan. Kemudian ditampung, dan dipecah menjadi dua zat yang berlainan, yakni air – uap, dan minyak nilam itu sendiri.

 

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Minyak_nilam

 

Last modified on Friday, 04 January 2019 02:52
Read 1233 times
Rate this item
(0 votes)

10548 comments

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Komentar Terbaru

Klien